Arsip untuk kategori ‘Kegiatan’
Kaleidoskop Dapur Gita 2010
Yuhup, tahun 2010 dikit lagi lewat. Kira-kira, kurang satu jam lagi. Saat Gita ngetik ini, jam di komputer Gita nunjukin pukul 23:08 WIB per 31 Desember 2010. Hehehe. Masih sempat-sempatnya ngetik posting geje. Terinspirasi sama postingan temen.
Tahun yang akan dilewati ini meninggalkan cukup banyak kenangan bagi Gita. Salah satunya kisah berikut.
- Tepat 1 Januari 2010, kesehatan Gita tiba-tiba rontok. Dalam lima hari, semakin parah. Jadwal rilis KISAH MASA KINI terancam batal, namun akhirnya rilis juga di akhir bulan. Ini adalah novel fiksi ilmiah pertama penulis yang dilempar ke publik.
- Februari, kesehatan berangsur pulih. Sempat terancam batal, seri buku “Bisa OOo” akhirnya rilis. Tak disangka, buku ini disambut cukup hangat. Sudah tiga ribuan kali buku ini diunduh (terutama Writer).
- Gita terpaksa daftar di Facebook per 1 Maret. Teman-teman sekolah rupanya sudah banyak yang ada di situ. Hufff!
- Di bulan April, bergabung dengan tim penerjemah GNOME dan KDE. Selanjutnya, Gita merasa kian sibuk, padahal pengangguran. Dan untuk pertama kalinya, memesan Ubuntu dari program Shipit.
- Di bulan September, nggak sengaja nemuin kesalahan lisensi pada seri buku “Bisa OOo”. Di bulan ini juga, ada tanggal cakep: 8 September 2010 (8-9-10). Gita pakai untuk rilis kumcer.
- Enam bulan menunggu, CD Ubuntu yang dipesan akhirnya nyampe. Fiuh…. Nggak mau ketinggalan dengan bulan September, di bulan Oktober ada dua tanggal cantik sekaligus: 10 Oktober 2010 (10-10-10) dan 20 Oktober 2010 (20-10-2010). Masing-masing untuk rilis KISAH MASA LALU dan revisi pertama seri buku “Bisa OOo”.
- 12 Desember 2010, Gita dan GDD ulang tahun. Menjelang hari ulang tahun itu, Gita menghanguskan hard disk yang isinya ratusan gigabita data-data penting=.=

Kover novel KISAH MASA KINI.

Kover buku komputer Bisa OOo Writer.

Logo GDD.
Hm…, kira-kira seperti itu yang bisa dirangkum. Terlihat nggak penting, yah?
Akhir kata, selamat jalan 2010, selamat datang 2011^^
Hore! Akhirnya Bisa Mencetak Halaman Tumbang alias Landscape!
Curhat
Pokoknya, Gita sebel banget sama pencetak iP1880. Ketika mencetak halaman tumbang (alias landscape) dengan ukuran folio/F4 (21,5×33,0 cm) via OpenOffice.org, hasilnya sungguh-sungguh mengecewakan. Hasil cetakannya selalu bergeser sangat-sangat jauh di sebelah kiri, bahkan hasil cetakan bisa saja terpotong. Hal yang sama juga Gita jumpai dengan saudaranya, iP1980.
Padahal, masalah di atas tidak Gita jumpai pada printer pabrikan HP maupun Epson yang pernah Gita coba di sistem Ubuntu ini. Gita sempat frustasi mencari cara untuk mensiasati keadaan ini.
Di tempat Gita, kan, sering banget cetak dengan kertas folio alias F4.
Ketemu!
Hari ini, ide untuk mengacak-acak file PPD milik iP1980 tiba-tiba muncul. Langsung saja, Gita jalankan Gedit dan buka berkas /usr/share/ppd/canonip1900.ppd. Setelah dibuka, Gita langsung tercengang. Apa yang harus diperbuat, yah? Heleh….
Error!
Pertama-tama, Gita buat salinan berkas PPD itu. Dengan pengetahuan nihil mengenai sintaks PPD, Gita bermaksud menambah ukuran kertas baru dengan nama F4. Dan entah kenapa, cara ini gagal. Pencetak iP1980 tidak mau mencetak sama sekali setelah disetel dengan PPD yang baru. Ihiks….
Maklum, Gita sama sekali belum pernah belajar sintaks untuk PPD.
Bisa!
Gita pakai pendekatan lain, yang alhamdulillah akhirnya berhasil. Gita ubah aja ukuran kertas Legal. Di sini, ukuran Legal memang nggak pernah dipake.
Berikut langkahnya.
Satu
Salin /usr/share/ppd/canonip1900.ppd. Ke mana aja dengan nama apa aja. Yang penting, bisa diakses dengan mudah. Supaya berkas yang asli nggak semrawut.
Dua
Lalu, kita ubah berkas PPD hasil salinannya. Dibuka pake Gedit, Kate, Kwrite, Vim, atau apalah untuk menyunting berkas teks.
Ada empat bagian yang Gita ubah. Ini dia. Perhatikan bagian yang dicetak tebal (angka-angkanya). Itu yang penting.
*PageSize Legal/Legal 8.5"x14" 215.9x355.6mm: "<</CNPageSizeName(Legal)/PageSize[612 1008]/ImagingBBox null>>setpagedevice"
Menjadi:
*PageSize Legal/Legal 215.0x330.0mm: "<</CNPageSizeName(Legal)/PageSize[612 939]/ImagingBBox null>>setpagedevice"
*PageRegion Legal/Legal 8.5"x14" 215.9x355.6mm: "<</CNPageSizeName(Legal)/PageSize[612 1008]/ImagingBBox null>>setpagedevice"
Menjadi:
*PageRegion Legal/Legal 215.0x330.0mm: "<</CNPageSizeName(Legal)/PageSize[612 939]/ImagingBBox null>>setpagedevice"
*ImageableArea Legal: "18.14 14.17 594.14 999.50"
Menjadi:
*ImageableArea Legal: "18.14 14.17 594.14 930.50"
*PaperDimension Legal: "612 1008"
Menjadi:
*PaperDimension Legal: "612 939"
Tiga
Setel pencetaknya.
- Klik menu panel System > Administration > Printing.
- Klik kanan pencetaknya dan pilih Properties.
- Pada bagian Make and Model, pilih Change….
- Pilih opsi Provide PPD file dan pilih berkas PPD-nya.
- Klik Forward.
- Pilih opsi kedua (Try to copy the option settings over from the old PPD).
- Klik Apply.
- Klik OK.
Sekarang, tinggal coba mencetak halaman tumbang dengan ukuran 21,5×33,0 cm di OpenOffice.org.
Peringatan!
Artikel ini ditulis oleh orang yang tidak berpengalaman dalam hal menulis atau memodifikasi berkas PPD. Segala resiko karena menerapkan langkah-langkah dalam artikel ini ditanggung masing-masing pihak yang menerapkannya.
Pembaruan (Update)!
Bagi yang kesulitan menyunting berkas PPD seperti langkah-langkah di atas, silakan untuk mampir ke Berkas PPD iP1980 dan iP2770.
Tembolok Mbah Gugel yang Berguna
Alkisah, beberapa minggu yang lalu, situs Kemudian.com tumbang mendadak. Berdasarkan kabar resminya di Kners.com, hal ini disebabkan hard disk server yang crash. Kerusakan yang terjadi cukup parah, sehingga Kemudian.com, Kners.com, sekaligus blog Kemudian.com tidak beroperasi selama beberapa minggu. Selain tidak beroperasi, beberapa data tidak terselamatkan.
Misi Penyelamatan
Sebelum Kemudian.com kembali beroperasi, Gita sempat khawatir bahwa blog Gita yang berada di Kemudian.com data-datanya tidak bisa dikembalikan. Gita pun akhirnya berinisiatif untuk membuat rumah baru, yang berlokasi di WordPress.com.
Proses mengungsi ini cukup terbantu, karena Gita sebelumnya sudah memiliki blog di WordPres yang beralamat http://questcom.wordpress.com. Semua pos yang ada di sana, juga ada di http://dirgita.kemudian.com. Tinggal ekspor dan impor saja.
Hambatan
Hambatan utamanya adalah bahwa semenjak Gita hijrah ke http://dirgita.kemudian.com, Gita nggak pernah lagi mencadangkan pos yang Gita buat. Jadilah, Gita kelimpungan ketika tahu beberapa pos raib.
Tembolok Mbah Gugel
Dalam kebimbangan, teringatlah Gita dengan salah satu fitur mesin pencari Google, yakni cache atau tembolok.
Fitur tembolok ini menyimpan kondisi terakhir suatu halaman situs ketika Bot Google berkunjung ke situs tersebut. Jadi, meskipun situs itu sudah tidak beroperasi, kita masih bisa membuka halaman situs bersangkutan, selama masih tersimpan di temboloknya Mbah Gugel.
Syukurlah
Tidak semua halaman situs disimpan dalam tembolok Google, termasuk pos terakhir Gita di http://dirgita.kemudian.com sebelum server-nya tumbang. Tapi setidaknya, dengan bantuan fitur cache tersebut, Gita bisa mengembalikan pos Gita sampai 90 persen di saat server induknya tidak beroperasi.
Terima kasih Mbah Gugel^^
Tugas Selanjutnya
Kini, rumah Gita yang di Kemudian.com sudah balik. Tugas Gita selanjutnya adalah memilah pos yang seharusnya ada di dapur dan di rumah/beranda. Gita sudah terlanjur sayang dengan rumah yang nggak jadi ini (dapur, red.) dan rasanya sayang jika ditinggalkan^^
Sekilas Galeria Dirgita Devina
Sudah cukup lama terpikir untuk membuat situs khusus yang memuat karya-karya Gita, dan juga karya teman-teman yang bisa diperoleh bebas (dan legal) dari Internet. Pada akhirnya, jadilah konsep Galeria Dirgita Devina, yang beralamat di http://www.dirgitadevina.web.id.
Untuk saat ini, Galeria Dirgita Devina masih dalam tahap pembuatan. Rencananya, situs ini akan resmi terbuka bagi umum mulai pada tanggal 12 Desember 2009.
Pada awalnya, Galeria Dirgita Devina akan menjadi semacam portal menuju sumber-sumber karya kreatif yang bisa diperoleh bebas dan legal dari Internet. Jadi, tidak hanya karya tulis hasil karya Gita yang akan mejeng di Galeria. Namun Gita sadar, perlu proses untuk bisa mencapai ke sana. Dan mungkin, ketika diresmikan nanti tanggal 12 Desember, Galeria untuk sementara hanya berisikan karya-karya Gita.
Mohon doanya, sehingga situs ini bisa berkembang sesuai harapan.
Catatan: setelah sekitar sebulanan telah terdaftar, akhirnya hari ini Gita memperbaharui halaman selamat datang Galeria. Kini, ada tanggal pemberitahuan kapan situs itu resmi online.
Proyek iRBI: Indeks Rima Bahasa Indonesia
Hatshieee!!! Setelah gontok-gontokan di forum Kners.com dan sempat tarik-tarikan di perbincangan Yahoo! Messenger, akhirnya disepakati untuk menamai proyek ini dengan nama iRBI. Apa itu iRBI? iRBI itu semacam indeks yang memuat kata-kata yang disusun secara abnormal. Maksudnya abnormal? Kata-kata itu dikelompokkan dan diurut berdasar abjad terakhir kata bersangkutan. Jadi, tidak seperti kamus atau indeks umumnya yang diurut dari abjad depan. Biar lebih ngeh, mampir saja ke situs iRBI di http://www.iRBI.web.id.
Catatan Gita: Bulan Puasa dan Translasi
Alhamdulillah, masih bisa menikmati bulan Ramadhan di tahun 1430 H. Sempat ketar-ketir juga apabila umur tidak mengizinkan. Maklum, beberapa teman seangkatan ada yang sudah lebih dulu “mudik”. Ini menandakan bahwa umur sulit diprediksi. Kita tidak bisa lari, dan tidak dianjurkan menunggu maut. Yang diharuskan adalah mengemas bekal sebaik-baiknya untuk dibawa jika mati menjemput.
Nah, mumpung ini bulan Ramadhan, dan kata Pak Ustadz amal di bulan ini berlipat ganda, itu memotivasi Gita untuk menyibukkan diri dalam beberapa hal. Terutama dalam proyek translasi alias menerjemahkan program-program komputer yang open source.
Semenjak bulan Agustus kemarin, Gita sudah benar-benar memonopoli proses penerjemahan OpenOffice.org. Bukannya kenapa-napa, soalnya proses penerjemahan OpenOffice.org telah memasuki tahap pengetesan. jadi, Gita harus mengoreksi semua terjemahan, sekaligus melihat hasilnya. Ini mewajibkan Gita harus mengkompilasi OpenOffice.org dari sumbernya, tiap kali revisi. Tugas ini tidak mungkin dibebankan ke semua anggota penerjemah^^
Sampel Tampilan OOo Berbahasa Indonesia
Selain itu, Gita juga memperbaharui terjemahan untuk CUPS. Kebetulan, CUPS sudah sampai di rilis 1.4.0. Di rilis ini, terjemahan Indonesia tidak lagi efektif, karena CUPS mengalami perubahan drastis.
Gita juga berniat memperbaharui terjemahan Rosegarden. Fiuh, ada banyak pesan yang harus Gita koreksi. Semoga saja bisa lekas selesai.
Banyak hal yang bisa menjerumuskan kita ke dalam dosa. Juga, banyak jalan untuk berbuat amal. Semoga apa yang Gita lakukan ini bermanfaat dan memiliki nilai amal di sisi Allah SWT. Supaya, bekal Gita tambah banyak bila sewaktu-waktu harus menyusul “mudik” teman-teman yang sudah pulang kampung duluan. Amin^^
Si Pinguin Akhirnya Mampir ke Rumah Enggang Gading
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya acara Roadhshow Linux 2008 mampir juga ke Kalimantan Barat, tepatnya di STMIK Widya Dharma, Jl. H.O.S. Cokroaminoto, Pontianak.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh PLUG dan STMIK Widya Dharma tersebut, hadir setidaknya dua narasumber. Antara lain Bapak Barry Laurens dari AXIOO Indonesia dan Bapak Farly Detrias dari PLUG.
Informasi yang diberikan oleh Bapak Barry berkenaan dengan bergesernya tren belajar mengajar, yang semula adalah berpusat pada guru, kini menjadi berpusat pada peserta didik. Beliau juga menjelaskan mengenai tren gaya hidup mobile, di mana laptop atau notebook menjadi alat penunjangnya. Beliau yang dari AXIOO tersebut juga menjelaskan mengapa AXIOO menyertakan paket Linux Mandriva dalam beberapa produk keluaran AXIOO. Antara lain adalah untuk menjaga kompatibilitas perangkat keras notebook yang diproduksi dengan peranti lunak yang disertakan. Dengan digunakannya Linux, pihak produsen bisa dengan mudah melakukan kustomasi maupun pengecekan.
Acara akhirnya berlanjut ke sesi pengenalan Linux oleh Bapak Farly. Yang mengagetkan, baru saja beliau usai menjelaskan tentang Linux, Open Source, GPL, dan segala tetek-bengeknya dengan ringkas, berbagai pertanyaan dari peserta langsung datang menyerbu.
Banyak pertanyaan yang terlontar adalah seputar kendala teknis, mulai dari cara instalasi, pengalaman peserta menggunakan Linux, dan berbagai problem teknis lainnya. Ini adalah bukti bahwa ternyata pengguna Linux tidaklah terlalu sedikit di tanah Borneo ini.
Selanjutnya adalah acara demo instalasi Ubuntu 8.04, yang dipraktekkan langsung oleh lima peserta dan dipandu oleh Bapak Farly.
Liputan ini juga terdapat di situs PLUG di http://plugweb.wordpress.com.


