Arsip untuk kategori ‘Ulasan’
Rilis: Novel KISAH MASA DEPAN
Akhirnya…, setelah nungguin sampe lumutan, episode terakhir KISAH rilis juga. Silakan baca ulasannya dan unduh di GDD.
Oh iya, cuma mau ngingetin. Episode terakhir ini agak dibikin istimewa, karena khusus bagi yang mengunduh tanggal 11 – 14 Februari disediakan paket khusus. Di dalamnya ada dua adegan yang dihapus dari episode terakhir ini, serta ending alternatif untuk KISAH.
Karena Gita sadar cerita ini belum begitu bagus, hotline aduan terbuka lebar untuk para pembaca yang ingin mengeluh dan memberi saran. Ditunggu surelnya mampir di inbox Gita^^
Kaleidoskop Dapur Gita 2010
Yuhup, tahun 2010 dikit lagi lewat. Kira-kira, kurang satu jam lagi. Saat Gita ngetik ini, jam di komputer Gita nunjukin pukul 23:08 WIB per 31 Desember 2010. Hehehe. Masih sempat-sempatnya ngetik posting geje. Terinspirasi sama postingan temen.
Tahun yang akan dilewati ini meninggalkan cukup banyak kenangan bagi Gita. Salah satunya kisah berikut.
- Tepat 1 Januari 2010, kesehatan Gita tiba-tiba rontok. Dalam lima hari, semakin parah. Jadwal rilis KISAH MASA KINI terancam batal, namun akhirnya rilis juga di akhir bulan. Ini adalah novel fiksi ilmiah pertama penulis yang dilempar ke publik.
- Februari, kesehatan berangsur pulih. Sempat terancam batal, seri buku “Bisa OOo” akhirnya rilis. Tak disangka, buku ini disambut cukup hangat. Sudah tiga ribuan kali buku ini diunduh (terutama Writer).
- Gita terpaksa daftar di Facebook per 1 Maret. Teman-teman sekolah rupanya sudah banyak yang ada di situ. Hufff!
- Di bulan April, bergabung dengan tim penerjemah GNOME dan KDE. Selanjutnya, Gita merasa kian sibuk, padahal pengangguran. Dan untuk pertama kalinya, memesan Ubuntu dari program Shipit.
- Di bulan September, nggak sengaja nemuin kesalahan lisensi pada seri buku “Bisa OOo”. Di bulan ini juga, ada tanggal cakep: 8 September 2010 (8-9-10). Gita pakai untuk rilis kumcer.
- Enam bulan menunggu, CD Ubuntu yang dipesan akhirnya nyampe. Fiuh…. Nggak mau ketinggalan dengan bulan September, di bulan Oktober ada dua tanggal cantik sekaligus: 10 Oktober 2010 (10-10-10) dan 20 Oktober 2010 (20-10-2010). Masing-masing untuk rilis KISAH MASA LALU dan revisi pertama seri buku “Bisa OOo”.
- 12 Desember 2010, Gita dan GDD ulang tahun. Menjelang hari ulang tahun itu, Gita menghanguskan hard disk yang isinya ratusan gigabita data-data penting=.=

Kover novel KISAH MASA KINI.

Kover buku komputer Bisa OOo Writer.

Logo GDD.
Hm…, kira-kira seperti itu yang bisa dirangkum. Terlihat nggak penting, yah?
Akhir kata, selamat jalan 2010, selamat datang 2011^^
Rilis: Novel KISAH MASA LALU
“Perang Dunia Ketiga…. Banyak yang meramalkan, tetapi tak satu pun yang mengharap itu akan terjadi…. Namun, bagaimana pun, aku kini berada di antara dentuman perang itu….”
Episode Kedua
Ini adalah episode kedua dari trilogi novel KISAH. Secara umum, novel ini menceritakan tentang pengejaran seorang penjahat yang mencuri giganium dari masa depan dan membawanya pergi ke masa lalu sebelum Perang Dunia Ketiga berkobar. Hal ini membuat Indonesia harus berhadapan dengan serbuan asteroid yang mengancam keamanan negara.
Terkuaknya Masa Lalu
Perang Dunia Ketiga bukanlah perang terbesar terakhir sepanjang sejarah peradaban manusia. Hampir satu milenium kemudian, perang yang lebih besar berkobar di seantero jagad raya. Perang itu disebut Perang Kosmik.
Beberapa kisah lain tentang beberapa karakter turut mulai terbuka lembar demi lembar. Ayu yang pendiam itu ternyata memiliki hubungan dekat bersama Bili, begitu pula hubungan antara istri Veren dan Irene. Dan masa lalu, ternyata masih menyisakan rahasia yang menunggu di balik tirai.
Rilis 10.10.10
Pada tanggal ini, sistem operasi fenomenal bernama Ubuntu merilis versi teranyar mereka, yakni Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat. KISAH yang turut ditulis di atas sistem Ubuntu pun tak menyiakan tanggal yang unik ini dengan merilis episode keduanya pada 10 Oktober 2010.
Novel ini memang rilis dengan tema the perfect ten. Meskipun demikian, karya ini masih belum patut menerima nilai 10 yang sempurna. Silakan kirim kritik dan saran untuk terus memperbaiki karya ini kepada penulis. Selamat membaca.
Unduh
Jenis: PDF
Ukuran: 1,2 MB
Gawat! Lisensi Salah, Nyadar Sekarang
Berawal dari mengecek trafik yang menuju GDD, Gita menemukan sebuah forum yang membahas buku “Bisa OOo”. Di sana, pada rame membahas lisensi buku itu. Dan ternyata…, terkuaklah sebuah kekeliruan besar yang baru disadari sekarang.
Bayangin, sejak rilis bulan Februari kemarin, baru bulan September ini Gita nyadar. Bahwa, Gita salah nulis lisensi di halaman “Hak Cipta”. Seharusnya CC-by, malah ditulis CC-by-ND.
Atas kekeliruan di atas, Gita mohon maaf sebesar-besarnya. Dan info terbaru tentang penanggulangan kekeliruan itu, silakan dilihat di GDD.
Ihiks….
Berkas PPD iP1980 dan iP2770
Mungkin, tulisan ini cukup terlambat. Tapi, dalam beberapa hal, terlambat masih lebih baik ketimbang tidak sama sekali.
Oke. Bagi yang mungkin agak kesulitan menyunting berkas PPD seperti yang ditulis pada artikel Hore! Akhirnya Bisa Mencetak Halaman Tumbang alias Landscape!, silakan untuk mengambil langsung berkas PostScript Printer Description (alias PPD) yang sudah saya modifikasi di sini.
Bagi yang ingin mencari referensi video menyetel pencetak iP1980, bisa pula mampir kemari.
Semoga bisa membantu.
Catatan: Meski di sistem penulis berkas-berkas tersebut tidak bermasalah, penulis (dalam hal ini saya) tidak menjamin bahwa penggunaan berkas-berkas tersebut nantinya bebas dari masalah.
Rilis: Bisa OOo Writer, Calc, dan Math
Alhamdulillah, revisi dari buku OpenOffice.org sebelumnya telah selesai. Dan ternyata, revisi tersebut justru menghasilkan judul baru.
Ah, tidak apa-apa. Yang penting, buku ini bisa bermanfaat.
Untuk informasi lebih lanjut dan cara memperolehnya, bisa menuju Galeria Dirgita Devina. Masukan untuk perkembangan buku ini sangat ditunggu.
Catatan: Sebenarnya, ada empat judul. Namun pada akhirnya, Bisa OOo Impress tidak jadi dirilis karena masalah di kelengkapan materi.
Hore! Akhirnya Bisa Mencetak Halaman Tumbang alias Landscape!
Curhat
Pokoknya, Gita sebel banget sama pencetak iP1880. Ketika mencetak halaman tumbang (alias landscape) dengan ukuran folio/F4 (21,5×33,0 cm) via OpenOffice.org, hasilnya sungguh-sungguh mengecewakan. Hasil cetakannya selalu bergeser sangat-sangat jauh di sebelah kiri, bahkan hasil cetakan bisa saja terpotong. Hal yang sama juga Gita jumpai dengan saudaranya, iP1980.
Padahal, masalah di atas tidak Gita jumpai pada printer pabrikan HP maupun Epson yang pernah Gita coba di sistem Ubuntu ini. Gita sempat frustasi mencari cara untuk mensiasati keadaan ini.
Di tempat Gita, kan, sering banget cetak dengan kertas folio alias F4.
Ketemu!
Hari ini, ide untuk mengacak-acak file PPD milik iP1980 tiba-tiba muncul. Langsung saja, Gita jalankan Gedit dan buka berkas /usr/share/ppd/canonip1900.ppd. Setelah dibuka, Gita langsung tercengang. Apa yang harus diperbuat, yah? Heleh….
Error!
Pertama-tama, Gita buat salinan berkas PPD itu. Dengan pengetahuan nihil mengenai sintaks PPD, Gita bermaksud menambah ukuran kertas baru dengan nama F4. Dan entah kenapa, cara ini gagal. Pencetak iP1980 tidak mau mencetak sama sekali setelah disetel dengan PPD yang baru. Ihiks….
Maklum, Gita sama sekali belum pernah belajar sintaks untuk PPD.
Bisa!
Gita pakai pendekatan lain, yang alhamdulillah akhirnya berhasil. Gita ubah aja ukuran kertas Legal. Di sini, ukuran Legal memang nggak pernah dipake.
Berikut langkahnya.
Satu
Salin /usr/share/ppd/canonip1900.ppd. Ke mana aja dengan nama apa aja. Yang penting, bisa diakses dengan mudah. Supaya berkas yang asli nggak semrawut.
Dua
Lalu, kita ubah berkas PPD hasil salinannya. Dibuka pake Gedit, Kate, Kwrite, Vim, atau apalah untuk menyunting berkas teks.
Ada empat bagian yang Gita ubah. Ini dia. Perhatikan bagian yang dicetak tebal (angka-angkanya). Itu yang penting.
*PageSize Legal/Legal 8.5"x14" 215.9x355.6mm: "<</CNPageSizeName(Legal)/PageSize[612 1008]/ImagingBBox null>>setpagedevice"
Menjadi:
*PageSize Legal/Legal 215.0x330.0mm: "<</CNPageSizeName(Legal)/PageSize[612 939]/ImagingBBox null>>setpagedevice"
*PageRegion Legal/Legal 8.5"x14" 215.9x355.6mm: "<</CNPageSizeName(Legal)/PageSize[612 1008]/ImagingBBox null>>setpagedevice"
Menjadi:
*PageRegion Legal/Legal 215.0x330.0mm: "<</CNPageSizeName(Legal)/PageSize[612 939]/ImagingBBox null>>setpagedevice"
*ImageableArea Legal: "18.14 14.17 594.14 999.50"
Menjadi:
*ImageableArea Legal: "18.14 14.17 594.14 930.50"
*PaperDimension Legal: "612 1008"
Menjadi:
*PaperDimension Legal: "612 939"
Tiga
Setel pencetaknya.
- Klik menu panel System > Administration > Printing.
- Klik kanan pencetaknya dan pilih Properties.
- Pada bagian Make and Model, pilih Change….
- Pilih opsi Provide PPD file dan pilih berkas PPD-nya.
- Klik Forward.
- Pilih opsi kedua (Try to copy the option settings over from the old PPD).
- Klik Apply.
- Klik OK.
Sekarang, tinggal coba mencetak halaman tumbang dengan ukuran 21,5×33,0 cm di OpenOffice.org.
Peringatan!
Artikel ini ditulis oleh orang yang tidak berpengalaman dalam hal menulis atau memodifikasi berkas PPD. Segala resiko karena menerapkan langkah-langkah dalam artikel ini ditanggung masing-masing pihak yang menerapkannya.
Pembaruan (Update)!
Bagi yang kesulitan menyunting berkas PPD seperti langkah-langkah di atas, silakan untuk mampir ke Berkas PPD iP1980 dan iP2770.
Rilis: Novel KISAH MASA KINI
Tanggal 20 Januari 2010, akhirnya novel yang udah Gita garap hampir puluhan tahun (hiperbolisnyaaa…), bisa dilayangkan untuk dibaca umum.
Silakan mampir ke Galeria Dirgita Devina untuk sekadar dibaca atau juga diunduh.
Catatan: Ih, seting waktu WordPress rada aneh. Padahal, di tempatku udah tanggal 20, tapi di WordPress masih tanggal 19. Nggak apa-apa, deh^^
Akan Rilis: KISAH MASA KINI
Uhui. Setelah berkutat hampir (atau mungkin sudah) enam tahun lamanya, Gita akhirnya berhasil menyelesaikan novel KISAH.
Novel KISAH itu semulanya nggak panjang-panjang banget. Satu jam dibaca, juga udah kelar. Tapi, Gita merasa ceritanya hambar, monoton, dan kurang pesan moral. Setelah lulus SMA, Gita rombak ceritanya menjadi beratus-ratus halaman, dengan lebih dari sepuluh karakter baru. Gita pikir, revisinya hanya makan waktu enam bulan. Eh, ternyata lima tahun.
Karena saking panjangnya, Gita akhirnya memilih memotong-motong novel ini. Yap, jadilah KISAH MASA KINI yang akan rilis bulan Januari 2010 nanti.

Akan rilis, novel KISAH MASA KINI.
Sssst! Novel ini cuma untuk remaja dan dewasa, loh. Adik-adik yang belum cukup umur nggak boleh baca buku ini. Selain panjang, adik-adik juga mungkin nggak akan ngerti jalan ceritanya. Ada adegan kekerasan yang mungkin akan bikin adik-adik nggak bisa tidur tenang.
Sinopsis
Sepekan setelah ledakan itu menelan tubuhnya, Alisya terbangun dalam kondisi tubuh yang utuh. Ia dan rekan-rekannya di Divisi Gerakan Cepat (DINA) akhirnya diterjunkan kembali untuk mengejar Astro. Pria buron itu menggunakan mesin waktu untuk melempar dirinya ke masa satu milenium ke belakang.
Astro membawa kabur giganium. Tanpa benda itu, meriam raksasa yang melindungi wilayah Nusantara tidak dapat berbuat banyak, ketika rombongan asteroid mulai mendekat.
Pemerintah Indonesia akhirnya terpaksa menurunkan lima unit mesin tempur dari Masa Koloni untuk menghancurkan asteroid-asteroid tersebut.
Serba-serbi
KISAH MASA KINI adalah novel pembuka untuk dua seri selanjutnya. Novel ini mengambil seting satu setengah abad setelah Perang Kosmik dan masa tak jauh dari sekarang. Keduanya dihubungkan oleh lorong dari mesin waktu milik sebuah perusahaan bernama Borneolab.
Sesuai ratingnya, cerita ini juga berkisah tentang drama remaja. Persahabatan antara Ilyas dan Sonia, serta dua rekannya yang lain. Mereka memang tidak sadar, tetapi terkait dalam masalah besar ini.
Cerpen Gita 2009 dan Revisi PRoBLeMoNeY
Hari ini, situs Galeria Dirgita Devina sudah mulai beroperasi. Untuk masa operasi perdana ini, tersedia sejumlah karya Gita. Antaranya daftar cerpen Gita selama tahun 2009 dan juga revisi novel PRoBLeMoNeY.
Jika sungkan untuk menuju ke situs tersebut, Gita berbaik hati, nih, memberikan taut cerpen dan revisi novel itu.
CERPEN
- Aku Ingin seperti Laki-laki
- Aku Pulang
- Bakteri Berkayuh
- Detak Terakhir
- Kabar Setangkai Bunga
- Katakan Tidak pada Narkoba
- Kembalikan Aku
- Maaf, Elena Tak Tertolong (Versi Asli)
- Maaf, Elena Tak Tertolong (Versi Ion)
- Tekad Sebulat Bakso



