Gigit Curhat: Eh? Udah 2017 aja^^

Tralala trilili, senangnya rasa hatiii…. Eh? Ups!^^

Jangan terkecoh dengan senandung di atas. Gigit nggak lagi ketiban duren runtuh, atau pun abis nemu uang sekarung di jalan. Gigit lagi setres aja. Hehe.

Iya, setres. Setresnya pake banget. Sampe-sampe…, bingung bedain yang mana seneng yang mana ngenes. Hahai.

Awal yang Baik

Pasti pada tahu kalau Gigit mau rilis Via: Bagian Ketiga di pertengahan tahun 2016. Udah gembar-gembor sejak akhir 2015 kemaren. Iya, tepat setahun lalu.

Gigit janji begitu tentunya karena ngeliat sikon pada saat itu sepertinya sangat mendukung. Kerjaan selain nulis novel udah mulai reda, Via yang lama nggak terjamah juga akhirnya mulai disamperin lagi. And…, semuanya berjalan baik sampai….

Pertengahan yang Membingungkan

Tahu apa tema Via: Bagian Ketiga? Yups, “di persimpangan”. Maksudnya, Via akan berada di persimpangan pada episode terakhirnya. Antara iya dan tidak. Lebih detailnya bisa dibaca di sini, nih.

Tapi, tau siapa yang sebenernya ada di persimpangan di pertengahan 2016? Bener banget. Gigit!

Bak banjir bandang, semua menerpa di pertengahan 2016. Bahkan, angin-anginnya udah keciuman di dua-tiga bulan pertama 2016. Yang namanya kerjaan, jangan ditanya. Yang namanya presure…, jangan dibayangin. Rasanya udah kayak bandeng kukus. Hahai.

Akhirnya, Gigit berhasil setres beberapa kali. Dan sampai sekarang, setres itu masih berlanjut.

Gara-gara saking setresnya, Gigit order film Kingsglaive versi Blu-ray dari Amazon.com. Padahal, Gigit sendiri nggak punya Blu-ray player. Udah gitu, nontonnya malah hasil download dari Internet. Miring~.~

kingsglaive-blu-ray
Bukti stres Gigit. Pesen BD, tapi ga punya BD player~.~

Akhir yang Kelam

Dan, 2016 ditutup dengan akhir cerita yang kelabu. Gigit nggak jadi rilis Via: Bagian Ketiga. Dan parahnya…, Gigit ga tahu kapan episode terakhir itu bakal dirilis. Hiks. Sungguh menggenaskan.

Eits! Jangan disangkut-pautin rilisnya mundur karena Gigit terinspirasi sama game Final Fantasy XV, yang udah umumin tanggal rilis, eh, kemudian mundur lagi. Bahkan sebelum-sebelumnya, sempat ganti judul, bahkan pernah ilang kabarnya nggak jelas. Persis, sih, kayak Gigit. Tapi, jangan disama-samain, dong (siapa yang nyama-nyamain?).

Tapi sesungguhnya, 2016 juga membawa pelajaran bagi Gigit. Pelajaran yang makjleb banget. Sebenernya, udah mulai Gigit rasain sejak tahun-tahun lalu. Tapi, baru kerasa banget, ya, di tahun ini.

Gigit mulai sadar bahwa kayaknya semua yang Gigit mimpiin, khayalin, cita-citakan, sebenernya satu per satu dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Hanya aja…, caranya di luar dugaan Gigit.

Gigit pengen sibuk. Beneran, Gigit sibuk. Makin hari makin sibuk. Kerjaan nambah aja tiap hari. Mau itu kerjaan yang Gigit cari, atau kerjaan yang tiba-tiba aja nongol di depan jidat. Tapi, alhamdulillah. Rezeki juga nambah.

Gigit pengen banyak uang. Beneran, Gigit pegang uang banyak, tapi bukan uangnya Gigit. Hihihi.

Gigit pengen bikin software. Beneran, Gigit sekarang lagi develop software. Bukan cuma satu, tapi lebih dari tiga (gimana nggak nambah sibuk, coba).

Gigit pengen bikin novel tebal kayak Harry Potter yang ngarangnya bisa bertahun-tahun. Beneran. Tuh, Via aja udah lima tahun lebih belom kelar-kelar. Haha!

Gigit pengen beli sepeda Polygon, eh, kesampean juga. Walau modelnya beda dari yang diinginkan. Harap maklum, beli sepeda second.

Gigit pengen ini, Gigit pengen itu. Satu per satu memang kayaknya terkabul. Tapi…, dengan cara yang berbeda. Yang mana yang enak-enak justru temen Gigit yang dapet, tapi yang bagian sepahnya kayaknya malah itu jatahnya Gigit.

Sepertinya, emang bener bahwa Tuhan memberikan apa yang kita perlukan, bukan yang kita inginkan. Gigit perlu sadar bahwa untuk bahagia nggak hanya dengan menerima kebaikan secara langsung, tapi juga dari kebaikan yang diterima oleh orang lain. Gigit harus legowo kalau ternyata justru teman Gigit (yang bisa dikatakan) lebih beruntung. Bahkan, harus juga ikut senang, biar nggak nambah setres. Kalau dia senang, Gigit senang, siapa tau kecipratan, kan? Hihi.

Sedangkan sepahnya itu…, juga pengingat bagi Gigit. Seakan-akan Gigit dikasih tahu, “Begini, loh, kalau posisinya dibalik. Seandainya kamu jadi orang lain, menyaksikan kamu yang bahagia. Trus, kamu kebagian yang nggak enaknya. Kamu mau ngapain?”

Gigit yakin, kalau Gigit bisa melalui semua ini, masa depan yang cerah sudah menunggu Gigit di depan sana. Hahai. Lebay.

Ah, udah cukuplah Gigit ngelanturnya di akhir tahun. Nanti kalau Gigit inget, dilanjut lagi di akhir tahun depan.

So? See you next year!^^

Iklan

Penulis: Dirgita

Dirgita itu Gigit, Gigit itu pelupa~.~

2 thoughts on “Gigit Curhat: Eh? Udah 2017 aja^^”

  1. hehehe.. sudahlah, sepahnya endepin aja, siapa tau bisa jadi kompos biar Gigit tambah subur. Itu novel Via yang jaman dulu itu kah? Kayaknya aku pernah baca awalnya, tetep semangat ya Git! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s