Gigit Stres: Nonton Maraton Anime (Lagi) – 3/3

Ini lanjutan dari tulisan Gigit sebelumnya. Dan inget, di sini mungkin tersebar ranjau spoiler. Hati-hati kalau nggak mau kena^^

12. Plastic Memories

Capek cekikikan nonton Twin Tail, entah kenapa, Gigit bisa nemu anime ini. Plamemo jadi anime pertama yang bikin Gigit mewek jauh sebelum nonton animenya sendiri. Padahal baru baca review-nya, lho. Tapi…, air mata netes gitu aja tanpa bisa ditahan. Kayaknya, semenjak Gigit nemu cerita sedih di Kaskus itu, urat cengeng Gigit jadi tambah sensitif. Ampun…~.~

Ceritanya tentang seorang cowok bernama Tsukasa, yang akhirnya jadi karyawan di Terminal Service 1 gara-gara gagal masuk kuliah. Kerjaannya narik giftia yang udah masuk kedaluwarsa. Giftia ini sejenis robot, tapi punya jiwa buatan. Kayaknya udah jadi tren. Di mana-mana ada. Bisa dijadiin anak, sodara, temen, pacar, bahkan karyawan.

Kalo robot biasa, sih, nariknya ga susah-susah amat. Kalo rusak juga gampang. Tinggal dibenerin atau beli aja lagi yang baru. Tapi ini giftia, robot yang punya ingatan dan tingkah lakunya kayak manusia sungguhan. Bisa susah, senang, bahkan jatuh cinta. Namun sayang, giftia umurnya pendek dan ingatannya ga bisa di-backup. Ini dia yang bikin nyesek.

Singkat kata, Gigit nyesel nonton anime ini. Lebih parah dari Black Bullet, anime ini bikin Gigit banjir air mata hampir di semua episode. Bahkan, baru episode pertama aja taplak meja udah basah. Ada 13 episode. Episode terakhirnya itu yang paling banyak irisan bawang.

Gigit tahu anime ini banyak yang janggal. Perusahaan bego macam apa itu yang bikin robot punya expired, tapi nggak bisa backup memori? Dan, pelanggan bego macam apa juga yang mau beli produk cacat mereka? Tapi…, yang lebih bego tentu aja Gigit! Udah tahu animenya begitu, masih aja ditonton. Kan, nyesel akhirnya. Banjir air mata. Huhu…~.~

1 Juni 2017.

Dan rupa-rupanya, Gigit baru inget. Dulu, pernah bikin cerpen dengan tema yang sama kayak Plastic Memories. Ada dua judul malahan. Yang pertama, judulnya “Detak Terakhir”. Kalo yang kedua, “Maaf, Elena tak Tertolong (Versi Ion)”. Dua-duanya bisa ditemuin di sini^^

13. No Game No Life

Gara-gara Plamemo, Gigit jadi inget dulu pernah termehek-mehek juga gara-gara nonton fandub Anohana. Saking menjiwainya, taplak meja sampe basah. Trus, Gigit mampirlah ke fanpage yang nayangin fandub Anohana itu. Eh, taunya Gigit malah nemu fandub No Game No Life.

Semula, Gigit ga tertarik nonton NGNL. Ceritanya tentang adek-kakak yang doyan main game tiap hari. Trus, terlempar ke dunia lain yang setiap masalahnya diselesaikan dengan main game. Kayaknya, bakal ngebosenin, deh. Makanya, meski ada di Iflix, nggak Gigit tonton dan nggak mikir bakal nonton. Tapi begitu Gigit ketemu fandubnya, eh, langsung tertarik! Gigit tertarik karena nemu tingkah konyol para karakternya di episode pertama. Haha!

no-game-no-life-episode-1
Kakak adek yang aneh. Gara-gara tingkah konyol mereka di episode pertama ini, Gigit langsung kepengen nonton sampe abis^^

Meski di anime ini ada karakter anak kecilnya, anime ini bukan untuk anak kecil, ya. Karena…, ya, gitu, deh^^

no-game-no-life-iflix
Ada No Game No Life di Iflix. Inget, ratingnya 14 tahun ke atas, ya^^

Anime ini punya 12 episode dan baru ada satu musim. Rencananya, tahun ini bakal rilis musim kedua. Moga-moga aja nanti ada di Iflix lagi. Trus, udah ada subtitel Indonesianya. Yang sekarang, cuma ada subtitel Inggris~.~

14. Usagi Drop (Bunny Drop)

Gigit namatin NGNL sebenernya masih dalam rangka berkabung atas Plamemo. Bahkan setelah selesai nonton NGNL pun, efek bawang merahnya masih kerasa di mata. So, Gigit mutusin nyari anime bertema riang gembira. Maka, jatuhlah pilihan Gigit ke Usagi Drop. Karena dari beberapa review, katanya anime ini cocok untuk tontonan keluarga.

usagi-drop-iflix
Udah lawas, sih. Tahun 2011. Tapi…, nonton Usagi Drop di Iflix, yuk^^

Semula, Gigit pikir, yah, anime ini ceritanya bakal biasa-biasa aja. Yups, emang bener, sih. Mau harapin apa lagi dari anime bergenre slice of life, kalo bukan ceritanya tentang keseharian karakter utama?

Tapi…, menarik juga, sih, nyaksiin perjuangan tokoh utamanya ngebesarin anak kecil, yang semula dikira anak kakeknya sendiri. Itu berarti, si anak kecil yang ia besarin adalah bibinya. Tapi…, kemudian semua mulai terungkap. Hubungan mereka juga makin akrab. Udah kayak ayah dan anak. Atau…, udah kayak kakak dan adik. Pokoknya, deket, deh.

Gigit juga suka sama gambarnya. Terutama Rin. Kadang-kadang, muka Rin digambar lucu. Voice actress-nya juga mendukung tingkah si Rin. Hihi.

ulang-tahun-rin-usagi-drop
Lucuuuuu!^^

Ada 11 episode dengan 1 musim. Pertama rilis tahun 2011, sampe sekarang belom ada musim keduanya, kecuali sebuah film live action. Tapi kata orang-orang, sih, lebih baik nggak usah ada musim keduanya. Mereka lebih puas dengan Usagi Drop yang sekarang. Lebih kerasa kekeluargaannya. Soalnya kalo dilanjutin, khawatir bakal berakhir kayak di komiknya. Ujung-ujungnya, mereka berdua…. Yah, Gigit setuju. Mending, begini aja^^

15. Gakkougurashi! (School Live!)

Kesengsem sama muka lucunya Rin, Gigit pun ketipu sama poster dan trailer anime ini. Karakter-karakternya keliatan moe. Bikin gemes. Tapi ternyata…, ceritanya nyeremin.

Gigit sebenernya udah dapet bocoran kalau anime ini ga seperti yang terlihat. Ceritanya tentang wabah zombie. Sekumpulan anak SMA, berusaha bertahan hidup, dengan terus menginap di sekolahnya. Maka, dibikinlah ekskul “Kehidupan Sekolah”.

school-live-iflix
Yang pengen nonton, bisa mampir ke sini^^

Tapi…, tetep aja Gigit kaget, padahal baru nonton episode pertama. Begitu ngerti apa yang terjadi, mata Gigit malah berkaca-kaca. Gigit sedih sama tokoh utamanya yang seperti terperangkap dalam dunianya sendiri. Seolah-olah, di sekitarnya nggak terjadi apa-apa. Sampe-sampe, dia ngobrol sendiri di dalam kelas yang udah berantakan dan penuh ceceran darah.

Ada 12 episode di anime ini. Sampe sekarang, Gigit belom tamat nontonnya. Oh iya, jangan ketipu sama karakter-karakternya yang imut itu, ya. Liat, ratingnya di Iflix adalah dewasa. Sekali lagi, D-E-W-A-S-A! Gigit emang belom nonton sampe abis, sih. Tapi Gigit yakin, rating dewasa itu karena banyak adegan sadis di dalamnya^^

16. Onee-chan ga Kita

Gigit perlu selingan dari cerita horor School Live! Jadi, Gigit buka-buka website Crunchyroll, dengan harapan nemu anime menarik yang bisa streaming secara bebas untuk Indonesia. Dan, nemulah Gigit anime yang super-duper-aneh ini.

onee-chan-ga-kita-crunchyroll
Yang pengen ngerasa keanehannya, bisa mampir ke sini^^

Gigit ga habis pikir. Entah apa yang dipikirin sama produser anime ini. Sampe-sampe, mereka bikin anime sepanjang 12 episode, tapi durasi tiap episodenya cuma 3 menit. Bayangin! Cuma 3 menit! Bisa ditonton sampe tamat kurang dari satu jam!

Tapi entah kenapa, kok, lumayan lucu. Gigit juga suka dengan ekspresi khas si kakak tiri tokoh utama. Bikin karakternya lucu, tapi sekaligus nyeremin. Hihi.

onee-chan-ga-kita-episode-1
Si kakak tiri kebangetan. Ga cukup jadi stalker, dia juga pengen pindah ke kamar adeknya. Dan…, ekspresi kakaknya itu udah permanen. Ga tertolong lagi. Sampe episode terakhir, ya, begitu itu^^

Jadi, ceritanya tentang Tomoya. Ketika ayahnya nikah lagi, dia dapet kakak tiri yang aneh ga kepalang. Kerjaannya jadi stalker adik tirinya sendiri. Ga cuma kakak tirinya yang aneh. Temen-temen kakak tirinya juga aneh~.~

Spesial: Mobile Suite Gundam Iron-Blooded Orphans

Dan…, bertepatan dengan Gigit posting tulisan gaje ini, serial MSG IBO pun tamat di musim kedua. IBO adalah serial Gundam kedua setelah Gundam Seed yang Gigit ikutin sampe tamat. IBO sangat berkesan bagi Gigit. Kisahnya tentang anak-anak buangan yang nyoba meraih hidup yang lebih layak. Mereka bersama-sama berusaha keras untuk menggapai cita-cita itu. Meski akhirnya, banyak yang harus mereka korbankan.

Gigit masih inget. Di musim pertama, IBO sungguh menawan dengan perjuangan anak-anak Tekkadan menghadapi musuh dan pesaing. Hingga akhirnya, mereka dikenal sebagai kelompok yang besar dan disegani. Bahkan, anggota mereka makin hari makin banyak. Semuanya dari anak-anak buangan seperti mereka. Di Tekkadan, mereka ketemu yang namanya keluarga, dan membangun keluarga. So sweet^^

Di musim kedua, jalan ceritanya berubah. Di musim pertama, alurnya emang kayak anime kebanyakan. Tokoh utama selalu menang dan mencapai tujuannya. Walau ada yang dikorbanin, nggak begitu besar atau nggak begitu banyak. Bahkan mungkin, nggak kerasa. Tapi, Gigit seharusnya sadar kalau IBO penuturannya sengaja dibuat serealistis mungkin. Dalam kehidupan nyata, kadang yang didapat nggak sesuai dengan yang dimau. Itulah yang kejadian di second second. Banyak karakter yang menjadi korban, bahkan kepergian mereka nggak disangka-sangka. Pokoknya, musim kedua ini bikin perasaan jumpalitan, dada Gigit juga dibuat sesak berkali-kali, terutama di episode pamungkas.

Gigit pernah bilang menghindari Akame ga Kill! karena takut sama bunuh-bunuhannya, kan? Yah, kayak begini ini yang Gigit khawatirin. But, Gigit udah terlanjur nonton. Mau gimana lagi~.~

Setelah disuguhin ending yang di luar dugaan itu, serta dengan beberapa scene yang sengaja ditonjolin di bagian-bagian akhir…, Gigit ngerasa kalau IBO ini seperti sebuah cerita prequel. Serial yang mengisahkan perjuangan para pendahulu dalam menggapai perdamaian saat ini. Mereka berkorban jiwa dan raga. Dan saat ini, hanya dikenal melalui monumen yang berbubuhkan nama-nama mereka.

Mungkin aja IBO ga bakal lanjut ke musim ketiga. Kalau pun lanjut, yang udah pergi ga akan kembali. Gigit bakal kangen berat dengan Mikazuki, Orga, Lafter, dan Naze. Trims, IBO. Udah jadi tontonan wajib tiap hari Minggu. Sampe jumpa di serial Gundam lainnya yang ga kalah keren. Semoga…^^

Begitulah

Yups, begitulah curhatan gaje Gigit yang lagi setres. Mungkin ke depan, Gigit bakal rehat nonton anime. Barang setahun atau dua tahun. Mungkin, cuma satu atau dua serial yang Gigit ikutin. Semoga aja sanggup.

Berhubung udah pengen rehat, kalau gitu, sekarang waktunya kita nabuuuuung! Eh^^

Iklan

Penulis: Dirgita

Dirgita itu Gigit, Gigit itu pelupa~.~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s