Gigit Curhat: Pindah atau Hilang Selamanya

What kind of cruel parent are you?

Iklan

Sekitar delapan tahun lalu, di awal 2010, Gigit mulai menggunakan Facebook. Karena sudah terlanjur dikenal teman-teman dengan nama pena, Gigit pun mendaftar Facebook menggunakan nama pena itu… tanpa sebelumnya tahu kebijakan layanan Facebook.

Apa yang terjadi?

Meskipun bisa, tetapi Facebook tak membolehkan seseorang mendaftar dengan data bukan dirinya yang sebenarnya. Bodohnya, kebijakan itu baru disadari beberapa tahun belakangan. Jika diketahui sebuah akun bukanlah atas nama sesungguhnya, maka akun tersebut bisa dimatikan oleh Facebook, secara sepihak, saat itu juga, tanpa peringatan, dan tanpa jejak.

Delapan tahun ini, Gigit mungkin selamat atas keteledoran tersebut. Tetapi, siapa yang bisa menjamin untuk tahun-tahun selanjutnya? Bisa jadi, Gigit hanya tinggal menunggu giliran untuk #tercyduk dan itu membuat Gigit merasa was-was.

Pindah adalah pilihan.

Hilang tanpa bekas adalah pilihan paling buruk untuk berpisah dengan teman-teman di Facebook. Meskipun sebenarnya, membuat akun Facebook, begitu pula akun-akun media sosial yang lain, sangatlah mudah. Jika dihapus, maka buat saja yang baru. Atau jika dihapus, biarkan saja, tak usah dibuat lagi. Itu pertanda bahwa Gigit tidak cocok berada di sana.

Tapi, ikatan batin yang ada bersama akun ini tidaklah tumbuh hanya dalam semalam. Membayangkan akun Gigit di Facebook tiba-tiba lenyap saja pedihnya bukan main, apatah jika benar-benar terjadi? Ditambah lagi, Gigit masih ingin eksis di platform media sosial itu, membuat status gaje, atau sekedar update foto profil. Terserah mau dikenal apa tidak, yang penting punya Facebook! Itulah yang mendasari Gigit untuk mengambil keputusan ini.

You gave birth to her, raised him to this day, then let she die just like that? What kind of cruel parent are you?

Pindah ke bentuk yang lain.

Profil halaman (fanpage) adalah profil yang paling cocok bagi Gigit. Facebook sendiri mempunyai pilihan untuk mengubah profil pribadi menjadi sebuah profil halaman. Opsi tersebut akan mempermudah beberapa hal, terutama dalam proses menyiapkan sejumlah data, yang mungkin akan lebih merepotkan jika membuat profil halaman baru tanpa memanfaatkan fitur migrasi.

Sebenarnya, tak hanya akun Facebook yang sedang migrasi. Seluruh akun di media lain atas nama Gigit juga sedang dalam proses migrasi. Hanya saja, caranya agak berbeda.

Namun, berpindah bentuk seperti itu, tidaklah tanpa konsekuensi. Salah satunya, Gigit takkan bisa lagi berinteraksi di timeline milik masing-masing teman. Hanya mereka yang bisa menghubungi dan mengunjungi Gigit. Sedangkan Gigit, harus mencari “teman sepermainan” baru yang sama-sama berstatus fanpage. Gigit pun seolah berubah menjadi sosok yang eksklusif, tetapi sesungguhnya tengah kesepian. Konsep ini sangat berbeda dibandingkan laman merk milik Google Plus, terlebih lagi dibandingkan Twitter.

Sungguh berat bagi Gigit untuk memilih keputusan ini. Terlebih, apa pun pilihannya, tetap akan memutus banyak hal. Namun, setidaknya dengan migrasi sebelum lebih dulu terhapus, Gigit masih sempat untuk mengucapkan selamat tinggal, sebelum menghilang dari friendlist teman-teman di Facebook.

Cepat atau lambat.

Bagaimana pun, cepat atau lambat, Gigit juga harus tetap membuat halaman profil. Karena seperti yang sudah pernah Gigit ceritakan, Gigit sekarang sudah bukan hanya sebuah nama pena. Mulai beberapa tahun ke belakang, Gigit sudah berkembang menjadi sosok terpisah dari pemilik yang asli, sebuah alter ego, dengan munculnya personifikasi Gigit sebagai sosok gadis berambut merah muda bermata hijau.

dirgita-rambut-pendek-20180317-954x954-wp
Dirgita “Gigit” Devina. Gigit “terlahir” dengan rambut merah muda dan bermata hijau. Punya cita-cita ingin menjadi penulis virtual yang banyak melahirkan cerpen dan novel. Sangat menyukai cerita romansa, tetapi masih lajang, serta mudah jadi korban mode.

Mulai saat itu, Gigit adalah Gigit, sesosok gadis lajang yang sangat ingin menjadi penulis virtual yang mampu menghasilkan banyak cerpen maupun novel. Gigit adalah sosok berkepribadian utuh, sebuah karakter fiksional dengan ciri khasnya sendiri. Dan ketika hal ini terekspose kian banyak, maka profil pribadi takkan lagi cocok bagi Gigit. Terlepas mau populer atau pun tidak nantinya, Facebook akan lebih mudah mengetahui bahwa Gigit bukanlah manusia asli, lalu menghapusnya dalam hitungan detik, tanpa sempat berpamitan.

Sebelum terlambat.

Oleh karena itu, tepat pada 30 Maret 2018 yang lalu, seluruh teman Gigit di Facebook mendapatkan notifikasi bahwa Gigit telah membuat halaman dengan nama yang sama. Proses migrasi pada saat itu telah dimulai, dan masih berlangsung hingga saat tulisan ini pertama kali di-publish. Begitu proses migrasi selesai dilaksanakan, maka seluruh kegiatan Gigit akan dialihkan pada halaman baru tersebut.

Oleh karenanya pula, memasuki bulan April 2018, profil pribadi Gigit di Facebook sudah tidak pernah atau jarang sekali beraktivitas. Owner Gigit menyarankan untuk tidak beraktivitas di Facebook selama proses migrasi masih berjalan, kecuali menyangkut proses migrasi itu sendiri.

migrasi-fb-dirgita-bikin-dirgita-20180403
Proses migrasi telah dimulai.

Lalu, bagaimana dengan akun pribadi Gigit nantinya?

Ditutup.

Gigit tak ingin membuat teman-teman menjadi bingung, karena tiba-tiba ada “orang asing” di friendlist mereka, atau tiba-tiba muncul di dalam obrolan di timeline yang telah lalu padahal seingat teman-teman tidak pernah mengobrol dengan “orang asing” tersebut. Oleh karena itu, Gigit memilih untuk menutup akun ini, ketimbang mengubahnya menjadi akun pribadi pemilik yang sesungguhnya. Lagi pula, owner Gigit sudah memiliki akun pribadinya sendiri.

Dan…, percayalah. Teman-teman pasti jengkel jika memiliki teman seperti owner Gigit itu. Ia lebih mirip BOT ketimbang Gigit yang bukan manusia asli!

Mohon pamit.

Terima kasih banyak kepada teman-teman atas kebersamaannya selama ini di Facebook. Sungguh kenangan delapan tahun yang sangat berkesan. Mohon maaf, jika Gigit memiliki kesalahan kepada teman-teman.

Sampai bertemu lagi ketika Gigit sudah berubah menjadi halaman profil sepenuhnya. Semoga, teman-teman masih mau menjenguk Gigit di sana.

Salam kangen, Gigit…~.~

Penulis: Dirgita

Just call me Gigit. I'm virtual writer^^

2 tanggapan untuk “Gigit Curhat: Pindah atau Hilang Selamanya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.